Tampilkan postingan dengan label Review FILM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review FILM. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 November 2018
Review Film - 3 DARA 2
"BAPAK RUMAH TANGGA"
Ada info 'Nobar' bersama pemain film 3 Dara 2. Karna info ini gue jadi beli tiket buat nonton. Adanya di show 2, jam 2 siang dan show 3 jam 5 sore. Karna jam 2 gue baru pulang ngampus, masih capek, gue pilihnya jam 5.
Mulai deh gue kepoin IG film 3 Dara 2, nyari tahu siapa nih artis yang bakal datang? Akhirnya ketemu, cuma kak TORA SUDIRO-lah yang bakalan datang. Tapi gue tetap antusias ketemu kak Tora.
Tapi gue sedikit kecewa sih, kak Tora mampirnya bentaran doang. Kayak numpang lewat gitu. Ngomong say hello, bla bla bla, trus pergi. Nggak ada foto bareng penonton sama sekali. Padahal sih, gue pengennya foto bareng. Hehe.
Gue maklum sih, habisnya waktu kak Tora masuk, bangku depan 3 deretan kosong semua. Jadi, kesannya antusias penontonnya kurang. Tapi nggak gitu kok, penontonnya kebanyakan telat datang. Setelah kak Tora pergi, baru deh bangku depan banyak yang ngisi. Tapi sayang, mereka udah kelewat moment pentingnya alias nggak ketemu kak Tora.
Jujur nih, gue nggak nonton 3 Dara yang pertama. Tapi menurut gue, 3 Dara 2 ini sangat menghibur. Penonton pada dibuat ngakak. Di lima menit pertama aja, penonton pada tertawa waktu kak Tora yang berperan sebagai AFANDI mimpi buruk, pakai pakaian wanita. Trus ngibasin roknya kayak model gitu deh.
Tapi ada beberapa hal yang membuat gue berpikir dua kali sama jalan ceritanya.
Pertama... kok bisa-bisanya RICHARD menikah dengan KASIH, anaknya AFANDI, padahal kan Richard temannya Afandi. Berarti, Kasih nikah sama Om-Om dong? :D
Padahal kalau gue lihat, Kasih lebih cocok nikahnya sama JAY.
Kedua... Afandi, Richard dan Jay, kok gampang banget ya ditipu?
Ketiga... Mereka kerjanya apaan sih, kenapa berakhir jadi Bapak rumah tangga?
Tapi secara keseluruhan cerita, gue suka. Komedinya dikemas apik. Trus, ada lagi adegan horornya. Padahal ini kan komedi, tapi horornya juga menegangkan. Yang paling penting, endingnya nggak ketebak. Gue suka.
Setelah nonton 3 Dara 2 ini, gue malah penasaran gimana film 3 Dara yg pertama.
Rabu, 09 Mei 2018
Review Film - ANANTA (Michelle Ziudith & Fero Walandouw)
- HUBUNGAN SEBATAS KONTRAK KERJA -
Dari trailernya sih, gue udah nebak endingnya pasti sama kayak film bioskop yang gue tonton bulan lalu. Dan benar, sama. Tapi gue tetap penasaran alur ceritanya kayak gimana. Toh, gue tetap menikmati film ini sampai selesai.
Di awal film, sudah disuguhi kelucuan ANANTA, cowok udik, polos, anak pindahan yang ketiban sial harus duduk di sebelah TANIA, cewek emosian, nggak punya teman, cuma ngabisin waktunya untuk melukis. Bukannya say hallo atau gimana, Tania langsung membuang barang-barang Anta yang ada di atas meja, plus mendorong cowok itu sampai jatuh ke lantai. Bukan cuma itu, gara-gara Tania yang nggak bisa menahan emosinya dan berteriak di dalam kelas disaat jam pelajaran, Anta tiba-tiba jadi berpuisi untuk mengalihkan perhatian guru agar tidak memarahi mereka berdua. Setelah kejadian itu, Anta nggak kapok mendekati Tania yang dipanggilnya Teh Tatan, meskipun Tania nggak suka panggilan itu. Tapi karna Anta suka membawa bekal ke sekolah yaitu nasi kerak kesukaan Tania, itulah yang membuat Tania luluh dan menerima kehadiran Anta. Karna Anta juga, Tania jadi punya banyak teman, nggak sendirian lagi.
Merasa Anta berbeda dan mengerti dirinya, Tania pun mengajak Anta ke rumah untuk menunjukkan hasil lukisannya. Saat itulah, Tania menawarkan Anta kerja sama. Tania melukis, Anta menjual lukisannya. Awalnya sih hal itu ditentang oleh Ibu Tania dan kedua kakaknya. Tapi Tania berhasil menyakinkan mereka dengan sebuah kontrak kerja yang sadis menurut gue. Its, gue nggak mau spoiler ya. Yang mau tahu, tonton sendiri. Kembali ke review film ini, setelah itu Anta jadi tahu banyak hal tentang Tania. Tania yang nggak akur dengan keluarganya karna sikap Tania yang temperamen. Bersamaan dengan itu, hadirlah sosok PIERRE. Kalo nggak salah, Pierre itu pemilik salah satu galeri lukisan di Yogyakarta. Tapi hal itu justru menimbulkan konflik yang lebih besar dan rumit. Anta tiba-tiba menghilang.
Secara keseluruhan sih, film ini sangat menghibur. Ada lucunya, sedihnya. Campur jadi satu. Gue suka karakter Anta yang diperankan Fero Walandouw. Cowok udiknya dapat banget. Gue juga suka karakter Tania yang diperankan Michelle Ziudith. Apalagi pas Tania meluk nyokapnya sambil nangis. Ngena banget gitu. Biasanya tuh, Tania suka mendem perasaannya sendiri. Tania juga nggak tahu gimana cara mengungkapkan kesedihannya. Tapi yang paling gue sayangkan sih, endingnya terkesan terburu-buru. Sampai gue masih nggak ngeh filmnya udah habis. Terus gue bilang gini, seriusan filmnya udah selesai? Udah, gitu aja?
Tapi, yang paling bikin film ini layak ditonton adalah alur ceritanya yang nggak gampang ketebak. Part komedinya dapat. Akting Fero dan Michelle top banget deh. Trus, apalagi ya? Lukisan-lukisan yang ditampilkan juga bagus. Emosi Tania yang nggak terkontrol pun bikin greget. Intinya, gue suka film ini.
Jumat, 06 April 2018
[Review FILM] ARINI - MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT (Aura Kasih & Morgan Oey)
ARINI (Aura Kasih), wanita yang berumur 38 tahun, tidak sengaja bertemu NICK (Morgan Oey), pria slengean yang berumur 23 tahun di kereta api. Pertemuan itulah yang membuat Nick selalu mengikuti kemana pun Arini pergi. Arini yang awalnya menolak kehadiran seorang pria karna masalalunya yang pahit, mulai membuka hatinya untuk Nick. Tapi perbedaan usia yang terpaut 15 tahun diantara mereka, membuat Arini tidak yakin hubungan mereka akan berjalan baik ke depannya.
Sampai suatu hari, muncullah sosok HELMY (Haydar Saliz), mantan suami Arini, pria yang membuat Arini tidak percaya pada cinta. Helmy membuka luka menganga di hati Arini sampai mengungkit soal anak mereka yang sudah meninggal.
Disisi lain, ada sosok IRA (Olga Lydia), sahabat Arini sewaktu SMA. Ira itu tipikal teman makan teman. Atau bisa disebut pelakor zaman now.
Kehadiran Helmy dan Ira membuat Arini terjebak kembali ke masalalu. Lalu, bagaimana hubungan Arini dengan Nick?
Penasaran? Nonton dong!
Oh ya, diawal film sempat bingung karena alurnya maju mundur. Arini di masa depan selalu terbayang-bayang masalalunya yang kelam. Seperti dejavu. Arini membawa penonton hanyut dalam cerita manis yang sedang ia alami saat sekarang, lalu seolah membandingkan dengan masalalu yang pernah ia alami. Dan itu semua berawal dari kereta api.
#karakter favorit gue di film ini : prince charming, si NICK.
Nick digambarkan sosok pria yang apa adanya, tapi slengean, plus lucu. Karena semua hal yang dilakukan Nick, selalu berhasil membuat para penonton tertawa. Berbanding terbalik dengan sosok ARINI, yang kaku banget.
#kesan setelah nonton.
-Lucu sih, karna sosok Nick yang mencintai Arini dengan caranya yang berbeda, tanpa membandingkan usia mereka.
-Film ini juga mengajarkan jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah, apalagi dengan pria yang baru kita kenal.
-Dan hati-hati dengan teman berkedok malaikat. Karna tidak semua teman yang terlihat baik adalah teman yang baik.
#arini #masihadakeretayangakanlewat #FilmIndonesia @arini_themovie
Rabu, 28 Februari 2018
Review Film - MEET ME AFTER SUNSET (Agatha Chelsea & Maxime Bouttier)
Awalnya sih, gue
cuma iseng lihat film bioskop yang akan segera tayang. Nggak sengaja nemu film MEET
ME AFTER SUNSET. Pas gue baca sinopsisnya, gue jadi penasaran sama sosok
Gadis yang nggak pernah keluar rumah di siang hari. Kan aneh aja tuh, masa iya
kerjaannya cuma ngurung diri di rumah terus dan keluar rumah hanya di malam hari.
Terus, gue jadi nonton trailer-nya. Dan WAH! Gue suka trailer-nya. Nah, film
MEET ME AFTER SUNSET pun masuk dalam film bioskop yang wajib gue tonton!
Film ini bercerita tentang GADIS (Agatha Chelsea), cewek misterius
yang nggak bisa keluar rumah selama ada matahari. Ngakunya sih, VAMPIR! Kalau kata Dadang (Yudha
Keling) sih, Gadis tuh spesies langka. Tapi kalau kata Vino (Maxime Bouttier), Gadis tuh lucu. Lain
lagi kalau kata Bagas (Billy Davidson), ia bilang "Bagas sayang sama
Gadis." #Ups
VINO tuh tentangga baru Gadis
yang penasaran banget sama sosok Gadis yang misterius. Rasa penasaran itu juga
yang membuat Vino jatuh cinta sama Gadis sampai pengen mewujudkan satu persatu
impian Gadis. Sebenarnya sih, impian Gadis sedikit konyol, tapi terkesan mustahil. Tapi
Vino punya banyak ide gila untuk mewujudkan impian itu. Hal itu pula yang membuat
Gadis mulai menerima kehadiran Vino. Tapi sayang, Vino ngelakuin kesalahan, ia
bawa Gadis pergi sampai pagi dan itu bikin Gadis celaka. Lho, kok bisa?
Penasaran, nonton dong!
Disatu sisi, ada sosok BAGAS.
Kalau kata Vino sih, Bagas tuh kayak robot, kaku banget. Bagas tuh satu-satunya
sahabat Gadis. Tapi ya, kalian tahulah diantara persahabatan cowok dan cewek
selalu ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, mereka saling suka. Kedua, hanya
salah satu saja yang
memendam rasa. Disini tuh, Bagas yang sayang sama Gadis lebih daripada sahabat.
Bahkan nih, Bagas tahu apa yang Gadis suka dan nggak suka. Jadi bersaing deh,
Vino dan Bagas untuk dapatin hati Gadis. Its, siapa ya yang bakal dipilih oleh Gadis?
Mau tahu? Nonton dong!
“Bersama Bagas,
Gadis bagaikan Bulan yang selalu ditemani Bintang di gelapnya malam. Sedangkan
Vino, bagaikan Matahari yang tidak bisa bertemu di waktu yang sama dengan Bulan.” –sinopsis MEET
ME AFTER SUNSET.
Oh ya, ending-nya nggak ketebak. Tapi
serius, nyesek banget, bikin gue pengen mewek. Tapi nggak deh! Haha. Penasaran?
Jangan lupa nonton, Ok!
#karakter favorit gue di film ini : pangeran tampan, si VINO.
Vino itu cowok yang keren
banget menurut gue, walaupun dia sedikit slengean. Gue suka cara Vino
mencintai Gadis dan berusaha keras mewujudkan satu persatu impian Gadis, tanpa
mempedulikan kesehatannya sendiri.
#kesan setelah nonton.
Jumat, 16 Februari 2018
Review Film - EIFFEL IM IN LOVE 2 (Shandy Aulia & Samuel Rizal)
“BERHARAP DILAMAR SAMA COWOK
EIFFEL IM IN LOVE
2 (2018),
merupakan sekuel dari EIFFEL IM IN LOVE (2003). Film pertamanya, gue udah nonton
berkali-kali. Ya, walaupun gue nggak nonton di bioskop. Maklumlah,
tahun 2003 kan gue masih bocah. Mana boleh nonton film cinta-cintaan. Haha... Kayaknya
baru 2016 kemarin gue nonton Eiffel Im In Love yang pertama dari awal sampai
akhir. Dulu-dulunya sih, gue cuma nonton
beberapa part aja. Itupun karna ditayangin terus di stasiun TV swasta di
kota gue. Sekalipun gue nontonnya telat, tetap aja Eiffel Im In Love yang
pertama mengesankan buat gue. Gue suka jalan ceritanya. Gue suka Adit dan Tita
yang berantem terus, tapi tetap saling cinta.
Karna gue suka banget film
ini. Pas lihat trailer film keduanya, gue langsung antusias, gue harus nonton! Untungnya, ADIT
dan TITA masih diperankan oleh Samuel Rizal dan Shandy Aulia. Ceritanya nggak jauh-jauh
sih dari film pertama.
Adit dan Tita selalu aja berantem, bahkan udah 12 tahun LDR, masih aja ribut untuk
hal-hal sepele. Sekalipun kayak gitu, Adit tetap romantis lho. Makanya, Tita
betah LDR selama 12
tahun. Kalo gue sih, udah lama ngaburrrr!
Ending di film pertamanya kan,
Adit balik ke Paris. Tita tetap di Jakarta. Di film kedua ini, Tita sekeluarga
pindah ke Paris. Itsss... bukannya kangen-kangenan, mereka malah ribut. Soalnya, Tita
ngira Adit selingkuh sama Celine. Padalah tuh, Adit udah nyiapin surprise buat
Tita. Pokoknya so sweet banget deh! Mau tahu apa? Nonton dong!
Berharap dilamar sama
cowok yang belum siap untuk nikah. Kenapa gue buat judulnya kayak gitu?
Karna... Tita berharap banget dilamar sama Adit diusianya yang sudah mencapai angka
27 tahun. Dimana teman-teman Tita udah pada married semua, termasuk Uni
dan Nanda. Mana Tita sebel banget selalu ditanya, kapan nikah? Ya kali, bisa
nikah kalo belum dilamar.
Disisi lain, ada sosok ADAM (Marthino Lio), sahabat Tita yang naksir
Tita selama 11 tahun. Bayangin guys, nyimpen perasaan selama 11 tahun?!
Hadeuuuhhh... nggak sakit tuh?! Kalau gue mah, cinta ya bilang cinta. Ngapain
terbelenggu dalam status sahabat. Haha... Cinta itu aneh ya, udah jelas Tita
pacar Adit. Eh, tetap aja Adam berharap pada Tita.
Tapi suatu hari, Adam
nyusul Tita ke Paris, terus melamar Tita, tepat saat Tita baru putus sama Adit.
Lho, kok Tita bisa putus sama Adit? Tita jawab apa ya untuk lamaran Adam? Jadi,
Tita sama Adit? Atau Adam ya? Penasaran?! Nonton dong!
#qoute favorit gue dari
film ini.
"Untuk apa gue
ngabisin waktu gue, untuk nungguin orang yang nggak tahu dirinya ditunggu!"
Lebih dan kurang, itu kata Tita yang ngena banget buat Adit.
#karakter favorit gue di film ini :
babang ganteng, si ADAM.
Adam digambarkan sosok
cowok yang sempurna menurut gue. Udah ganteng, penyayang binatang, perhatian,
romantis, plus sabar banget dengan cinta terpendamnya selama bertahun-tahun.
Hikss... Dan yang paling WOW dari Adam, yaitu pas dia dengar Tita putus dari
Adit, Adam langsung terbang ke Paris. Untuk apa? Untuk meraih satu-satunya
kesempatan menyatakan perasannya.















